Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini diselaraskan dengan tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat” serta semangat pesantren dalam “Merawat Semesta Dengan Cinta”, menegaskan bahwa pendidikan yang kuat dibangun melalui ketulusan hati, sopan santun dan rasa hormat kepada para pendidik.
“Kesuksesan menuntut ilmu itu salah satunya adalah dengan ta'zim kepada guru. Ilmu tidak akan masuk ke hati yang tidak menghormati gurunya,” ujar KH. Muzakki di hadapan para santri dan tenaga pendidik.
Beliau juga mengingatkan bahwa seorang guru harus mengajar dengan sepenuh hati, tanpa terlalu memikirkan urusan dunia yang sudah menjadi ketetapan Allah.
“Urusannya Gusti Allah itu tidak usah dipikir, masalah rezeki, masalah kehidupan. Karena yang terpenting kita mengajar dengan ikhlas dan tulus,” tuturnya.
Selain itu, KH. Muzakki menekankan bahwa guru tidak boleh berhenti belajar meski sudah berada dalam posisi mengajar. Menurutnya, peningkatan kapasitas diri adalah kewajiban moral bagi seorang pendidik.“Walaupun sudah mengajar, jangan berhenti belajar. Guru yang terus memperbaiki diri akan melahirkan generasi yang lebih baik,” tambahnya.
Upacara berjalan dengan tertib dan penuh rasa syukur, ditutup dengan doa bersama dan penguatan komitmen untuk terus membangun pendidikan yang berlandaskan cinta, ketulusan, dan nilai-nilai keagamaan. Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini menjadi momentum refleksi, bahwa guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi penjaga peradaban yang melahirkan generasi berakhlak dan berdaya saing.
Dengan semangat “Guru Hebat, Indonesia Kuat,” Pondok Pesantren Darul Ulum Jambi menegaskan kembali komitmennya untuk merawat generasi penerus bangsa melalui pendidikan yang luhur, penuh adab, dan berlandaskan cinta.
Moai di Era Serba Cepat: Menghidupkan Empati di Tengah Teknologi
Pelatihan Public Speaking: UIN SGD Bandung Dorong Muslimat Cimahi Jadi Pembicara Andal
Mas Ric, Kembali Raih Penghargaan Kepeloporan Digitalisasi Pendidikan & Ekonomi Pelosok

0 Komentar