NUR WARTA MEDIA - Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menyelenggarakan dua kegiatan akademik bergengsi dalam satu rangkaian acara pada Rabu, 26 November 2025. Kegiatan tersebut meliputi Workshop Kurikulum dan International Seminar yang dilaksakan di Aula Utara, Gedung Pascasarjana lantai 4.
Sesi pertama dibuka melalui Workshop Kurikulum bertema:
“Reorientasi Kurikulum KPI Berbasis Riset: Dari Desain Penelitian hingga Publikasi Ilmiah.”
Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. H. Dindin Solahudin, M.A., CHRA, Wakil Direktur III Pascasarjana UIN SGD Bandung, yang menekankan bahwa kurikulum berbasis riset menjadi fondasi penting dalam mencetak lulusan Magister KPI yang unggul dan kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
Workshop menghadirkan narasumber pertama, Prof. Dr. Norhafezah Binti Yusuf, Lecturer College of Art and Science, Universiti Utara Malaysia. Dalam pemaparannya, ia menyoroti pentingnya kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan metodologi riset mutakhir serta strategi publikasi ilmiah yang efektif di jurnal bereputasi tinggi. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali keterampilan riset yang kuat untuk mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu komunikasi Islam di era digital.
Sesi workshop dipandu oleh Vivi Silvia Huri, Mahasiswa Magister KPI, yang juga bertindak sebagai moderator sepanjang rangkaian acara.
Opening speech disampaikan oleh:
Dr. Hj. Lilis Satriah, M.Pd., Ketua Prodi Magister KPI Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Prof. Dr. H. Dindin Solahudin, M.A., CHRA, Wakil Direktur III Pascasarjana UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Keduanya menegaskan bahwa misinformasi tidak hanya berdampak pada kesalahpahaman publik, tetapi juga dapat mengancam kerukunan sosial apabila menyangkut isu-isu keagamaan. Karena itu, Program Studi Magister KPI berkewajiban hadir sebagai garda terdepan dalam mengembangkan literasi media berbasis nilai Islam moderat.
Narasumber kedua, Dr. H. Komarudin Chalil, M.Ag., Trainer Spiritual Motivator, membahas strategi komunikasi penyiaran Islam dalam membangun narasi yang menenangkan dan edukatif di tengah maraknya informasi palsu. Ia menekankan pentingnya pendekatan spiritual dalam meredam kegaduhan publik yang dipicu oleh misinformasi.
Dalam penyampaiannya, Dr. H. Komarudin Chalil, M.Ag., menegaskan agar semua peserta dapat mempunyai pola pikir yang positif.
"Hati-hati dengan pikiran, karena pikiran akan menjadi ucapan, dan ucapan akan menjadi perbuatan. Sedangkan perbuatan akan menjadi kebiasaan, kemudian dari kebiasaan akan menjadi watak dan karakter, yang mana hal tersebut dapat menentukan nasib masa depan seseorang." Ujarnya.
Narasumber ketiga, Dr. Mashitah Abdul Mutalib, Senior Lecturer Universiti Sains Islam Malaysia, menyampaikan perspektif internasional terkait pola penyebaran misinformasi keagamaan di media digital. Ia menjelaskan bahwa literasi keagamaan yang kuat harus berjalan seiring dengan literasi digital, agar masyarakat mampu memilah informasi secara kritis dan bertanggung jawab.
Moderator Naufal Rifki Nasution memimpin sesi seminar dengan dinamis, menghadirkan ruang diskusi yang interaktif antara narasumber dan para peserta.
Melalui dua agenda besar ini, Pascasarjana Komunikasi dan Penyiaran UIN Sunan Gunung Djati Bandung menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat kualitas akademik, khususnya pada bidang Komunikasi Penyiaran Islam. Integrasi antara pengembangan kurikulum berbasis riset dan penguatan literasi keagamaan di era disinformasi menjadi fokus strategis dalam membangun akademisi serta praktisi komunikasi yang berintegritas, kompeten, dan responsif terhadap tantangan zaman.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi terbuka dan foto bersama seluruh narasumber, pimpinan Pascasarjana, dan peserta yang hadir.

0 Komentar