Keterbatasan sering kali dianggap sebagai penghalang dalam meraih mimpi. Namun bagi Milky Syiarulloh, mahasiswa Ilmu Komunikasi konsentrasi Humas semester 3, keterbatasan justru menjadi alasan utama untuk terus melangkah maju. Terlahir dari keluarga sederhana dengan ayah yang bekerja sebagai sopir pabrik dan ibu sebagai ibu rumah tangga, ia tumbuh dengan kesadaran bahwa kesempatan tidak selalu datang kepada setiap orang secara mudah.
Kesadaran tersebut semakin kuat ketika ia melihat banyak siswa SMA yang memiliki semangat belajar tinggi, tetapi terhambat oleh minimnya akses pendidikan berkualitas dan kondisi ekonomi keluarga. Hal itu mendorong Milky untuk menjadikan pendidikannya bukan hanya sebagai jalan untuk mengubah hidupnya sendiri, melainkan juga sebagai sarana untuk memberikan dampak positif bagi sesama.
Komitmen itu diwujudkan melalui pendirian Al-Hary EduClass, sebuah bimbingan belajar online yang berfokus pada siswa kelas 12, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan yatim piatu. Dengan pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan biaya terjangkau, program ini telah membantu lebih dari 300 siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian masuk perguruan tinggi. Selain memberikan manfaat bagi banyak pelajar, inisiatif ini turut menjadi sumber pembiayaan pendidikan bagi dirinya sendiri serta meringankan beban ekonomi keluarga.
Kontribusi Milky tidak hanya terbatas pada dunia pendidikan formal. Ia juga memperluas dedikasinya melalui kegiatan sosial sebagai volunteer di Pulau Sebesi, Lampung Selatan, dan dipercaya sebagai Ketua Divisi Pendidikan. Dalam tugas tersebut, ia merancang program pembelajaran berkelanjutan serta mengajar langsung anak-anak di daerah pesisir yang memiliki akses terbatas terhadap fasilitas pendidikan. Pengalaman ini memperkuat keyakinannya bahwa pemerataan pendidikan merupakan perjuangan yang harus terus diupayakan, terutama bagi masyarakat di wilayah tertinggal.
Dedikasi Milky dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat juga memperoleh apresiasi di tingkat nasional. Ia berhasil meraih Top 6 Santripreneur BAZNAS RI 2025 Klaster Industri Kreatif, sebuah penghargaan yang menilai inovasi kewirausahaan santri dengan dampak sosial nyata. Pencapaian ini menjadi validasi bahwa usaha yang ia lakukan telah memberikan manfaat luas sekaligus diakui secara institusional.
Meski demikian, perjalanan Milky tidak sepenuhnya mulus. Ia pernah menghadapi tekanan mental, keraguan dari lingkungan sekitar, dan berbagai keterbatasan yang sempat mengguncang keyakinannya. Tetapi, semua tantangan itu justru menjadi motivasi untuk tetap melangkah dan membuktikan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk menciptakan perubahan meskipun dimulai dari langkah kecil.
Ke depan, ia bertekad untuk memperluas jangkauan Al-Hary EduClass agar semakin banyak siswa di berbagai wilayah Indonesia memperoleh akses belajar yang layak. Ia juga ingin mengembangkan kompetensinya sebagai komunikator publik yang membawa misi sosial dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Kisah perjalanan Milky menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari harapan. Justru di balik keterbatasan terdapat kekuatan besar untuk bertumbuh, berjuang, dan memberi manfaat bagi banyak orang. Melalui pendidikan, ia menunjukkan bahwa perubahan besar selalu berawal dari niat sederhana yang diwujudkan melalui aksi nyata.
Pelatihan Public Speaking: UIN SGD Bandung Dorong Muslimat Cimahi Jadi Pembicara Andal
Deni Kurnia, Alumni UIN Jambi, Terpilih Sebagai Penerima Beasiswa Baznas Timur Tengah 2024
Mas Ric, Kembali Raih Penghargaan Kepeloporan Digitalisasi Pendidikan & Ekonomi Pelosok
Moai di Era Serba Cepat: Menghidupkan Empati di Tengah Teknologi
0 Komentar